Microtransaction bukanlah lagi hal baru di
dalam dunia gamer, khususnya pada game free-to-play. Dengan microtransaction
ini gamer bisa membeli item virtual pada game menggunakan uang asli.
Microtransaction ini kadang ada yang bersifat opsional, ada juga yang membuat
status karakter pembeli lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak membeli.
Biasanya keberadaan microtransaction
dibenci banyak orang, namun di waktu yang sama itu adalah hal wajar dalam
sebuah game, yang terpenting adalah bagaimana developer game tersebut
mengesekusi microtransaction sebagai model bisnis pada game.
Developer yang sudah bisa menangani model
bisnis ini dengan baik biasanya membuat microtransaction ini dibuat opsional,
dan tidak mengganggu gameplay dari game tersebut, dan salah satu contoh game
yang menganut sistem ini dengan baik adalah DOTA 2. Microtransaction dari game
tersebut hanyalah sekedar tampilan visual karakter yang tidak berpengaruh
terhadap status karakter apapun.
![]() |
| Dota 2 Microtransaction |
Selain developer yang mengeksekusi dengan baik
pasti ada developer game yang mengeksekusi model bisnis ini dengan buruk,
terkadang terdapat dalam game yang bergenre MMORPG, biasanya microtransaction
dalam game bergenre tersebut mempengaruhi dari gameplay. Mulai dari senjata,
item dengan attribute yang lebih, EXP boost, dan masih banyak lagi. Hal seperti
ini terkesan memaksa pemain untuk membeli item – item tersebut untuk membuat
karakter mereka lebih kuat disbanding yang lain.
![]() |
| Salah satu game bergenre MMORPG |
Jadi, meskipun terkadang microtransacion
membuat orang jengkel terhadap sebuah game karena membuat game tersebut menjadi
tidak imbang, tetapi masih banyak pula game yang menggunakan sistem
microtransaction dengan baik bahkan menghasilkan uang dengan menjual item –
item yang didapat dari game tersebut.




Comments
Post a Comment