Apa Pengaruh Microtransaction Terhadap Gameplay Sebuah Game?



Microtransaction bukanlah lagi hal baru di dalam dunia gamer, khususnya pada game free-to-play. Dengan microtransaction ini gamer bisa membeli item virtual pada game menggunakan uang asli. Microtransaction ini kadang ada yang bersifat opsional, ada juga yang membuat status karakter pembeli lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak membeli.



Biasanya keberadaan microtransaction dibenci banyak orang, namun di waktu yang sama itu adalah hal wajar dalam sebuah game, yang terpenting adalah bagaimana developer game tersebut mengesekusi microtransaction sebagai model bisnis pada game.



Developer yang sudah bisa menangani model bisnis ini dengan baik biasanya membuat microtransaction ini dibuat opsional, dan tidak mengganggu gameplay dari game tersebut, dan salah satu contoh game yang menganut sistem ini dengan baik adalah DOTA 2. Microtransaction dari game tersebut hanyalah sekedar tampilan visual karakter yang tidak berpengaruh terhadap status karakter apapun.

Dota 2 Microtransaction


Selain developer yang mengeksekusi dengan baik pasti ada developer game yang mengeksekusi model bisnis ini dengan buruk, terkadang terdapat dalam game yang bergenre MMORPG, biasanya microtransaction dalam game bergenre tersebut mempengaruhi dari gameplay. Mulai dari senjata, item dengan attribute yang lebih, EXP boost, dan masih banyak lagi. Hal seperti ini terkesan memaksa pemain untuk membeli item – item tersebut untuk membuat karakter mereka lebih kuat disbanding yang lain.

Salah satu game bergenre MMORPG


Jadi, meskipun terkadang microtransacion membuat orang jengkel terhadap sebuah game karena membuat game tersebut menjadi tidak imbang, tetapi masih banyak pula game yang menggunakan sistem microtransaction dengan baik bahkan menghasilkan uang dengan menjual item – item yang didapat dari game tersebut.


Comments