Arsitektur Sistem Operasi

Sebelum memahami arsitektur sistem operasi lebih baik kita mengenal apa itu sistem operasi?
Sistem operasi adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengatur sumber daya computer, menjembatani program aplikasi dengan sumber daya computer, dan mempermudah user dalam mengoperasikan komputer.

Arsitektur sistem operasi dibagi menjadi 5 jenis, yaitu Sistem Monolitik, Sistem Berlapis, Sistem Client-Server, Sistem Mesin Virtual, Sistem Berorientasi objek.



Sistem Monolitik

Sistem operasi sederhana yang dilengkapi dengan operasi “dual” service (system call) yang diberikan oleh sistem operasi. Model system call dilakukan dengan cara mengambil sejumlah parameter pada tempat yang telah ditentukan sebelumnya.

Sistem Berlapis

Teknik struktur sistem berlapis pada dasarnya dibuat menggunakan pendekatan top-down, semua fungsi ditentukan dan dibagi menjadi komponen-komponen. Modularisasi sistem dilakukan dengan cara memecah sistem operasi menjadi beberapa lapis (layer). Lapisan terendah (layer 0) adalah hardware dan lapisan teratas (layer N) adalah user interface. Dengan sistem modularisasi, setiap lapisan mempunyai fungsi tertentu dan melayani lapisan yang terendah.

Sistem Mesin Virtual

Konsep data sistem ini tidak jauh berbeda dengan sistem berlapis, tetapi ada tambahan berupa user interface yang menghubungkan hardware dengan kernel untuk tiap-tiap proses. Sistem operasi ini membuat ilusi atau virtual untuk beberapa proses, masing – masing virtual proses mengeksekusi processornya dan memori (virtual) masing – masing.

Sistem Client – Server

Arsitektur jaringan client server merupakan model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi computer menjadi client dan server. Arsitektur ini menempatkan sebuat computer sebagai server. Server ini yang bertugas memberikan layanan kepada terminal-terminal lain yang terhubung dalam sistem jaringan atau biasa disebut client. Server juga dapat bertugas untuk memberikan layanan berbagai paki berkas (file server), printer (printer server), jalur komunikasi (server komunikasi). Prinsip kerja pada arsitektur ini sangat sederhana, dimana server akan menunggu permintaan dari client, memproses dan memberikan hasil kepada client, sedangkan client akan mengirim permintaan ke server, menunggu proses dan melihat visualisasi hasil prosesnya.

Sistem Berorientasi Objek

Layanan sistem operasi sebagai kumpulan proses untuk menyelesaikan pekerjaannya, sering disebut sistem operasi bermodel proses, sedangkan layanan sistem operasi sebagai objek disebut dengan sistem operasi berorientasi objek. Pendekatan objek dimaksudkan untuk mengadopsi keunggulan dari teknologi berorientasi objek. Pada sistem ini, layanan diimplementasikan sebagai kumpulan objek, masing – masing objek diberi tipe yang menandai property objek seperti proses, direktori, berkas, dan sebagainya. Dengan memanggil operasi yang didefinisikan di objek, data yang berada dalam objek tersebut dapat diakses dan dimodiffikasi.

Comments